Damai hati mengaitkan cinta
Ketika daun-daun bahagia menyapaku
Perlahan jatuh menyentuh lubuk
Disaat senja menapaki bumi
Bintang malam menatapku
Laksana pangeran melengkungkan senyuman
Aku tersipu namun bertanya
Ada apa dengan hatiku
Riak cinta yang dulu hilang
Kini datang bagai samudera
Menerpa badai pada hati
Yang dulu rapuh karenanya
Duhai cinta,,bilakah engkau berkenan
Menyimpan dedaunan itu
Kekalku dalam penantian
Abadi dalam mahligai surga
Selasa, 25 Mei 2010
Selasa, 20 April 2010
Merindukanmu,,Papa..
Senja ini ku temui kembali, terbayang suasana sore ketika duduk di depan istanaku.
Bersama papa, sosok lelaki yg kucintai, tp raga itu tak bs lg kutatap.
Mata senjanya, tubuh yg bermula renta, senyuman sketikanya, diskusi hangat dgnnya, apapun itu. Aku sangat mrindukanmu pa, sangat, bahkan teramat sangat.Tapi aku tak boleh egois, krn tnyata Allah lbh mbutuhkanmu dibandingkan aku.Tak apa,,walau hatiku mrintih krn msh ingin bsamamu, mngukir cerita2 baru dgnmu, mnuai kasih yg blm tuntas.
Bagaimana kabarmu pa, smg Allah mlapangkan tempatmu, aku ingin mnemanimu..
Raga ini mmg tak bsamamu, tapi hati ini sllu mnyapamu pa, mdoakanmu selalu..
Puisi-puisi yg blm smpt ku bacakan pdmu, smg dpt engkau lht d kemudian hari, menulis indah sprtimu, Aku ingin, wlau ilmu darimu blm smpat ku rasakan smuanya..
Pa, maaf ketika aku tdk ada di saat2 terakhirmu, aku jauh, untuk mbuatmu bahagia..
Namun jika itu mnyakitimu, aku minta maaf..
Terima kasih untuk doa indah yg kau kirimkan untukku, smg Allah mngabulkannya, Aku jg mdoakan tuk kbaikanmu..
Aku mncintaimu pa, sangat, hingga jiwa dan raga ini ingin mnyapamu di hari abadiNya..
Insya Allah..
Bersama papa, sosok lelaki yg kucintai, tp raga itu tak bs lg kutatap.
Mata senjanya, tubuh yg bermula renta, senyuman sketikanya, diskusi hangat dgnnya, apapun itu. Aku sangat mrindukanmu pa, sangat, bahkan teramat sangat.Tapi aku tak boleh egois, krn tnyata Allah lbh mbutuhkanmu dibandingkan aku.Tak apa,,walau hatiku mrintih krn msh ingin bsamamu, mngukir cerita2 baru dgnmu, mnuai kasih yg blm tuntas.
Bagaimana kabarmu pa, smg Allah mlapangkan tempatmu, aku ingin mnemanimu..
Raga ini mmg tak bsamamu, tapi hati ini sllu mnyapamu pa, mdoakanmu selalu..
Puisi-puisi yg blm smpt ku bacakan pdmu, smg dpt engkau lht d kemudian hari, menulis indah sprtimu, Aku ingin, wlau ilmu darimu blm smpat ku rasakan smuanya..
Pa, maaf ketika aku tdk ada di saat2 terakhirmu, aku jauh, untuk mbuatmu bahagia..
Namun jika itu mnyakitimu, aku minta maaf..
Terima kasih untuk doa indah yg kau kirimkan untukku, smg Allah mngabulkannya, Aku jg mdoakan tuk kbaikanmu..
Aku mncintaimu pa, sangat, hingga jiwa dan raga ini ingin mnyapamu di hari abadiNya..
Insya Allah..
Rabu, 17 Maret 2010
Cinta??
Assalamu'alaikum dunia..selamat pagi!!
Hari ini hari Kamis, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, tidak ingin kompromi denganku. Aku menyadari bahwa telah satu bulan kuberada di penang, tempat yang kudiami sekarang. Banyak hal yang muncul di benakku kini. Aku memikirkan banyak hal. Keluarga, tugas kampus, dan masa depanku. Aku tahu bahwa semua jalan hidupku pasti telah diatur dengan sedemikian rupanya oleh Tuhanku. Tapi aku berharap aku dapat merasakan impianku terwujud seperti impianku.
Ketika sendiri, aku merasa sendiri. Namun sesungguhnya aku tak sendiri. Ketika berkumpul dengan teman-teman, aku merasa ramai. Namun sesungguhnya batinku juga bermelodi. Pikiran pribadiku masih mengelilingi ruang jiwaku. Terkadang pikiran burukku mengatakan, alangkah indahnya jika hidup tak harus berarah, ku hanya mengikuti jalannya. Namun kenyataannya, hidup yang telah Allah berikan harus kujalani sebaik mungkin dengan tujuan yang pasti dan hakiki. Aku ingin beristirahat dengan tenang nanti, ketika aku tidak harus memikirkan apapun tentang apapun juga. Ketika aku hanya duduk menikmati pemandangan alam ditemani indahnya suasana cinta yang hakiki, ketika aku hanya merasakan kebahagiaan, kebahagiaan sejati, bukan ketidakpastian semu. Aku mohon ampun ya Allah, karena aku hanyalah aku, yang masih tamak dengan segala keinginanku, yang masih ingin dengan ketidakmampuanku. Aku hanya berharap semua akan baik-baik saja dan indah pada waktunya. Aku hanya ingin bahagia ketika impianku Engkau ridhai hingga di ujung dunia.
Amin..
Hari ini hari Kamis, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, tidak ingin kompromi denganku. Aku menyadari bahwa telah satu bulan kuberada di penang, tempat yang kudiami sekarang. Banyak hal yang muncul di benakku kini. Aku memikirkan banyak hal. Keluarga, tugas kampus, dan masa depanku. Aku tahu bahwa semua jalan hidupku pasti telah diatur dengan sedemikian rupanya oleh Tuhanku. Tapi aku berharap aku dapat merasakan impianku terwujud seperti impianku.
Ketika sendiri, aku merasa sendiri. Namun sesungguhnya aku tak sendiri. Ketika berkumpul dengan teman-teman, aku merasa ramai. Namun sesungguhnya batinku juga bermelodi. Pikiran pribadiku masih mengelilingi ruang jiwaku. Terkadang pikiran burukku mengatakan, alangkah indahnya jika hidup tak harus berarah, ku hanya mengikuti jalannya. Namun kenyataannya, hidup yang telah Allah berikan harus kujalani sebaik mungkin dengan tujuan yang pasti dan hakiki. Aku ingin beristirahat dengan tenang nanti, ketika aku tidak harus memikirkan apapun tentang apapun juga. Ketika aku hanya duduk menikmati pemandangan alam ditemani indahnya suasana cinta yang hakiki, ketika aku hanya merasakan kebahagiaan, kebahagiaan sejati, bukan ketidakpastian semu. Aku mohon ampun ya Allah, karena aku hanyalah aku, yang masih tamak dengan segala keinginanku, yang masih ingin dengan ketidakmampuanku. Aku hanya berharap semua akan baik-baik saja dan indah pada waktunya. Aku hanya ingin bahagia ketika impianku Engkau ridhai hingga di ujung dunia.
Amin..
Fadhilah Shalat Dhuha
Fadhilah Sholat Dhuha
Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 17:46 . Senin, 15 Februari 2010
Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua waktu itu? Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu yang utama paling dalam setiap harinya.
Pada waktu itulah Allah swt sangat memperhatikan hambaNya yang paling getol mendekatkan diri kepadaNya. Ditengah malam yang sunyi, dimana orang-orang sedang tidur nyenyak tetapi hamba Allah yang pintar mengambil kesempatan disa’at itu dengan bermujahadah melawan kantuk dan dinginnya malam dan air wudhu’, bangun untuk menghadap Khaliqnya, tidak lain hanya untuk mendekatkan diri kepadanya.
Demikian juga dengan waktu dhuha, dimana orang-orang sibuk dengan kehidupan duniawinya dan mereka yang tahu pasti akan meninggalkannya sebentar untuk kembali mengingat Allah swt, sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Zaid bin Arqam ra ketika beliau melihat orang-orang yang sedang melaksanakan shalat dhuha: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat itu dilain sa’at ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat terbaringnya.” (HR Muslim).
Lantas bagaimana tidak senang Allah dengan seorang hamba yang seperti ini, sebagaimana janjiNya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:35). Diakhir ayat ini terlihat Allah menyatakan kata “beruntung” bagi hambanya yang suka mendekatkan diri kepadanya. Nach.. kalau bicara tentang beruntung tentu ini adalah rejeki bagi kita. Dan satu hal yang perlu kita ingat bahwa rejeki itu bukan hanya bentuknya materi atau uang belaka. Tetapi lebih dalam dari itu, segala sesuatu yang diberikan kepada kita yang berdampak kebaikan kepada kehidupan kita didunia dan diakhirat adalah rejeki. Dan puncak dari segala rejeki itu adalah kedekatan kepada Allah swt dan tentu kalau berbicara ganjaran yaitu kenikmatan puncak yang paling akhir adalah syurga. Oleh karena itu para ulama mengajarkan kita untuk berdo’a tentang rejeki ketika selesai shalat dhuha. Jadi salah satu fadilah (keutamaan) dari shalat dhuha itu adalah sarana jalan untuk memohon limpahan rejeki dari Allah swt.
Disamping itu shalat dhuha ini juga dapat mengantikan ketergadaian setiap anggota tubuh kita pada Allah, dimana kita wajib membayarnya sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).
Tetapi yang lebih dalam dari itu lagi adalah shalat dhuha ini adalah salah amalan yang disukai Rasulullah saw beserta para sahabatnya (sunnah), sebagaimana anjuran beliau yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra:
“Kekasihku Rasulullah saw telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur” (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Kalaulah tidak khawatir jika ummatnya menganggap shalat dhuha ini wajib hukumnya maka Rasulullah saw akan tidak akan pernah meninggalkannya. Para orang alim, awliya dan ulama sangatlah menjaga shalat dhuhanya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafei’: Tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk
tidak melakukan shalat dhuha”. Hal ini sudah jelas dikarenakan oleh seorang mukmin sangat apik dan getol untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya”.
Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita sebagai seorang muslim yang mempunyai tujuan hidup untuk mendapatkan ridhoNya meninggalkan shalat dhuha karena kesibukan duniawi kita kecuali karena kelalaian dan kebodohan kita sendiri.
Sumber : http://shevade.wordpress.com/2009/11/03/fadhilah-sholat-dhuha/
Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 17:46 . Senin, 15 Februari 2010
Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua waktu itu? Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu yang utama paling dalam setiap harinya.
Pada waktu itulah Allah swt sangat memperhatikan hambaNya yang paling getol mendekatkan diri kepadaNya. Ditengah malam yang sunyi, dimana orang-orang sedang tidur nyenyak tetapi hamba Allah yang pintar mengambil kesempatan disa’at itu dengan bermujahadah melawan kantuk dan dinginnya malam dan air wudhu’, bangun untuk menghadap Khaliqnya, tidak lain hanya untuk mendekatkan diri kepadanya.
Demikian juga dengan waktu dhuha, dimana orang-orang sibuk dengan kehidupan duniawinya dan mereka yang tahu pasti akan meninggalkannya sebentar untuk kembali mengingat Allah swt, sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Zaid bin Arqam ra ketika beliau melihat orang-orang yang sedang melaksanakan shalat dhuha: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat itu dilain sa’at ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat terbaringnya.” (HR Muslim).
Lantas bagaimana tidak senang Allah dengan seorang hamba yang seperti ini, sebagaimana janjiNya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:35). Diakhir ayat ini terlihat Allah menyatakan kata “beruntung” bagi hambanya yang suka mendekatkan diri kepadanya. Nach.. kalau bicara tentang beruntung tentu ini adalah rejeki bagi kita. Dan satu hal yang perlu kita ingat bahwa rejeki itu bukan hanya bentuknya materi atau uang belaka. Tetapi lebih dalam dari itu, segala sesuatu yang diberikan kepada kita yang berdampak kebaikan kepada kehidupan kita didunia dan diakhirat adalah rejeki. Dan puncak dari segala rejeki itu adalah kedekatan kepada Allah swt dan tentu kalau berbicara ganjaran yaitu kenikmatan puncak yang paling akhir adalah syurga. Oleh karena itu para ulama mengajarkan kita untuk berdo’a tentang rejeki ketika selesai shalat dhuha. Jadi salah satu fadilah (keutamaan) dari shalat dhuha itu adalah sarana jalan untuk memohon limpahan rejeki dari Allah swt.
Disamping itu shalat dhuha ini juga dapat mengantikan ketergadaian setiap anggota tubuh kita pada Allah, dimana kita wajib membayarnya sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).
Tetapi yang lebih dalam dari itu lagi adalah shalat dhuha ini adalah salah amalan yang disukai Rasulullah saw beserta para sahabatnya (sunnah), sebagaimana anjuran beliau yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra:
“Kekasihku Rasulullah saw telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur” (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Kalaulah tidak khawatir jika ummatnya menganggap shalat dhuha ini wajib hukumnya maka Rasulullah saw akan tidak akan pernah meninggalkannya. Para orang alim, awliya dan ulama sangatlah menjaga shalat dhuhanya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafei’: Tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk
tidak melakukan shalat dhuha”. Hal ini sudah jelas dikarenakan oleh seorang mukmin sangat apik dan getol untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya”.
Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita sebagai seorang muslim yang mempunyai tujuan hidup untuk mendapatkan ridhoNya meninggalkan shalat dhuha karena kesibukan duniawi kita kecuali karena kelalaian dan kebodohan kita sendiri.
Sumber : http://shevade.wordpress.com/2009/11/03/fadhilah-sholat-dhuha/
Rabu, 10 Maret 2010
Came to penang
Tiba di penang mbuatku berfikir..semoga langkah ini tuntas pada apa yg kuharapkan,,ingin menulis ttg banyak hal,,namun waktu blm bisa ku ajak juga..mungkin akhir pekan,,dapat terealisasikan,,
Kamis, 15 Mei 2008
Rabb..cinta itu..
ARIF CINTA
Sekeping hati yang mulanya berpelangi
Kini perlahan mulai meredup
Menangisi..mengapa cinta begitu ibanya, hingga kepingan itu kembali basah
Laksana setetes embun menyeruak di atas sehelai daun
Tahukah?? Bahagia itu tak menjadi asa dan nyata
Duhai Rabb..kemanakah sedih ini kuhantar?
Tubuhku retak bak kayu terpatah dari akarnya
Padanya ku berkata..tak bergeming
PadaMu-lah selalu ku bersandar sepenuhnya
Karena Engkau Maha Kaya dengan segala uluran cinta
Thanx Allah
PadaMu..begitu arif dapat memaknai cinta
Kini perlahan mulai meredup
Menangisi..mengapa cinta begitu ibanya, hingga kepingan itu kembali basah
Laksana setetes embun menyeruak di atas sehelai daun
Tahukah?? Bahagia itu tak menjadi asa dan nyata
Duhai Rabb..kemanakah sedih ini kuhantar?
Tubuhku retak bak kayu terpatah dari akarnya
Padanya ku berkata..tak bergeming
PadaMu-lah selalu ku bersandar sepenuhnya
Karena Engkau Maha Kaya dengan segala uluran cinta
Thanx Allah
PadaMu..begitu arif dapat memaknai cinta
Langganan:
Postingan (Atom)